Search This Blog

Senin, 21 Januari 2013

Cerpen Pengalamanku

Diposting oleh Unknown di 00.46

Aku, Kita, 8D

          Ceritaku di mulai pada saat awal masuk sekolah setelah liburan untuk kenaikan kelas. Hari itu banyak anak-anak yang memakai baju putih-merah. Karena mereka akan menjalani MOS yang diselenggarakan selama 3 hari. Hal itu bertujuan untuk lebih mengenal dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru(jadi keinget 2 tahun yang lalu). Seneng juga sih ngeliat anak MOS di kerjain sama kakak kelas, disuruh pake tas karung lah, topi dari kertas, papan nama dan lain sebagainya. Tapi hari itu aku baru sadar, bahwa akan diadakan rolling kelas. Rasanya dipisahin sama anak-anak VII B itu, gak enak banget. Banyak yang kita lakuin bareng-bareng di kelas itu selama setahun. Dan akhirnya hari ini juga kita di rolling. “Bagi murid-murid kelas VIII dan IX harap segera ke lapangan basket sekarang juga” terdengar toak yang berbunyi dari piket. Saat-saat yang menegangkan, saatnya akan diadakan pembagian kelas. Rasa galau yang bergejolak, menghantui perasaan ku. “Siapakah orang-orang yang akan sekelas dengan ku ? Apakah mereka akan jadi teman yang baik?” kataku dalam hati. Diumumkan pembagian kelas VIII A,B,C tidak ada juga namaku, kelas VIII D ……Devika Safitri . Huhh… ternyata aku kelas VIII D. Siapa yang akan sebangku sama aku? Ternyata ada temanku dari 7B, namanya Zalfa Salshabila .K. “Zal, duduk sama siapa?”kataku. “Gak tau” jawab Zalfa. “Yaudah sama aku aja” balas ku. “Yaudah deh.”balas nya. “Huhh,,, untung aja punya temen” kataku dalam hati. Aku memang kenal Zalfa dari kelas VII B, tapi gak terlalu kenal akrab. Yaa mulai ajalah selalu deket sama dia sejak duduk sebangku.
          Pada saat baru masuk ke kelas VIII D. Wajah-wajah baru ada di hadapanku. Kalau misalnya aku ketemu sama orang yang gak aku kenal, pasti aku langsung pasang tampang cuek. Yaa mereka juga cuek. Teman-teman sudah duduk rapi di bangku yang mereka pilih masing-masing. Aku dan Zalfa memilih bangku yang paling depan biar paham setiap penjelasan guru di depan kelas. Tinggal menunggu wali kelas kita untuk memberikan pengarahan tentang kelas VIII D ke depannya. Sambil menunggu, aku mulai sering ngobrol-ngobrol sama Zalfa. Pas kelas VII, yang ku lihat Zalfa orang nya agak pendiam ketemu sama aku yang orangnya lumayan rusuh lah, gimana jadinya ya. Setelah menunggu, orang yang kita tunggu akhirnya datang juga, dia adalah wali kelas kita. Saya tidak tahu siapa guru itu, dan mengajar pelajaran apa. Dia mulai mengabsen murid-murid VIII D dan mulai memperkenalkan diri. “Nama saya Muhammad Natsir, panggil saja Pa’ Natsir”. Guru ini kelihatan cukup galak dan buanyak banget peraturan yang dia kasih. Dari peraturan yang dibuat sekolah sampai yang ia buat sendiri. Setelah dia ngoceh mulu, akhirnya kita ngomongin masalah struktur kelas, jadwal piket, dan lain-lain.



Pembagian struktur kelas, yang menjadi ketua kelas Ekky Nurwenda, wakil ketua Rizha Susilawaty, gak tau hari itu aku sial atau apes, aku kepilih jadi sekretaris 1 yang mengurusi absen dan lain-lain. Aku juga menunjuk Indah sebagai sekretaris 2, karena dia teman SD ku dan tulisannya juga bagus. Dan bendahara Cut Alda.
          Hari pertama hanya membahas tentang bagian-bagian dari kelas yang harus dikelola. Jadwal sudah dibagikan dan untuk hari kedua kelas VIII dan IX sudah mulai belajar. Hari kedua mulailah beradaptasi dengan teman-teman baru. Wah, mereka ternyata cukup asik juga. Selama seminggu di kelas VIII D, sejauh ini sifat yang ku kenal dari Zalfa easy going, humoris juga. Di VIII D juga ada yang bikin kesel salah satunya Pratama. Emang sih dia humoris, tapi kadang-kadang dia terlalu ribut, susah banget di kasih tau. Dan yang lainnya juga ikut ribut.
          Suatu hari, pada saat pelajaran PKN. Gurunya tidak ada karena ada urusan penting. Jadi kita dikasih catatan dan tugas untuk dikerjakan supaya kelas tidak ribut. Karena aku sekretaris, jadi aku yang menulis semua catatan dan tugas yang diberikan oleh guru. Kupikir mereka juga ikut menulis apa yang aku tulis, ternyata tidak seperti dugaanku. Mereka malah ngobrol sendiri dan tidak menulis. Aku merasa tidak dihargai sudah menulis sedemikian banyak, tapi tidak mereka hiraukan. Hanya beberapa saja yang menulis catatan tersebut. Emosiku memuncak, aku langsung berkata sambil teriak “ Weh coba jangan ribut. Kalian punya perasaan gak sih? Aku sudah nulis segini banyak kalian gak nulis. Hargai dong”. Mereka yang tadinya ribut langsung terdiam dan mulai menulis. Hatiku cukup lega, mereka bisa ngerti apa yang aku kerjain. Ku pikir di kelas ini aku akan selalu marah-marah terus karena anaknya yang susah untuk diatur.
          Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengenal mereka satu persatu. Mereka ribut karena hanya ingin mencari hiburan dan kesenangan doang. Agar kelas terasa nyaman. Lama-kelamaan aku sudah mulai betah di kelas itu. Karena sifat anak-anak VIII D  yang membuat aku betah ada bersama mereka. Dari kekonyolan, kekompakan, gelak tawa dan kebersamaan dengan mereka membuat aku merasa bangga ada di kelas itu.
          Bukan hanya teman-teman yang membuat aku nyaman, tapi juga wali kelasku, Pa’ Natsir yang beda dari wali kelas yang lain. Yang awalnya kulihat dia galak, tapi ternyata dia itu tegas, bijak, humoris, dan lain-lain. Dia guru olahraga disekolahku. Pada saat itu, dia jadi penjaga kantin kejujuran(pas dulu masih ada). Disitulah beberapa anak VIII D sering nongkrong pas jam istirahat. Curhat,ngobrol, ngelawak sering ketawa-ketiwi yaa pas di KanJur(sebutan dari Kantin Kejujuran).
          Aku dan Zalfa cukup dekat dengan teman sekelas kita yang bernama Febrian, Rizali dan Agung. Mereka bertiga makhluk yang cukup aneh dan sering melakukan hal-hal yang kocak. Langsung muncul ide yang terbersit di pikiran Febrian “Kita buat grup yok?” kata Febrian. “Grup apaan coba?” kataku. “Yaa khusus kita berlima ini, apa ya namanya?” kata Febrian. “Gimana SOMPLAK aja. Kita kan aneh aneh gimana gitu?” kata Zalfa. “Oya ya bagus bagus haha” kata Agung dan Rizali bersamaan.
Mulai saat itulah kita menamakan grup kami dengan nama “SOMPLAK”. Nama yang cukup aneh, tapi unik. Masing-masing dari kita mempunyai keunikan masing-masing.
          Kelas VIII memang banyak kegiatan yang dilakukan di luar sekolah(outdoor). Seperti OutBond yang diselenggarakan di Kemala Beach dan Sekolah Alam. Kegiatan itu bertujuan agar kita bisa menghadapi tantangan ketinggian dan agar kita lebih dekat dengan alam. Banyak hal yang kami lakukan seperti Flying Fox, foto-foto, bermain dan lain-lain.
          Karena sudah mendekati semester II, kita menyadari bahwa nanti kelas IX kita akan di rolling kembali dengan kelas-kelas lain. Sebelum ulangan kenaikan kelas, teman-teman dan Pa’ Natsir mengadakan rencana untuk berenang di Waterpark Regency khusus VIII D. Banyak yang kita lakukan disana seperti berenang, menikmati fasilitas yang ada di Waterpark, foto-foto dan lain-lain. Kebetulan VIII D banyak juga yang gila foto, so, banyak moment yang kita abadikan selama melakukan kegiatan apapun bersama. Bukan hanya murid-murid VIII D saja yang ngelawak, tapi wali kelas nya juga ikut ngelawak. Jadi banyak hal-hal lucu yang kita lakukan.
          Setelah ulangan untuk kenaikan kelas, setiap kelas umumnya mengadakan perpisahan di kelas masing-masing. Kelas lain rata-rata hanya di Balikpapan. Berbeda dengan VIII D, kita perpisahannya ke Tenggarong-Samarinda. Walaupun tempat yang kita kunjungi disana biasa-biasa saja, tapi banyak hal yang berkesan yang kita lakukan disana. Kita sudah merencanakan bahwa kita ke sana hanya ke Planetarium, Kebun Raya Samarinda dan Mall Lembuswana. Dan kita kesana memakai 5 mobil pribadi, yang menyetir mobil Pa’ Natsir dan 4 wali murid lainnya. Seru banget pada saat di perjalanan, entah ngelawak, ngedengerin lagu, nyanyi-nyanyi dan lain-lain. Setiap murid VIII D dibagi ke dalam 5 mobil tersebut. Di dalam mobil yang aku naiki, ada Pa’ Natsir, Indah, Ana, Halim, Ariska, Febrian, Rizali dan Ekky. Zalfa dengan orang tua nya di mobil pribadinya, sedangkan Agung berada di mobil yang mayoritas murid laki-laki semua. Di dalam mobil yang aku tumpangi, ada 3 orang yang rusuh contohnya Halim, Rizali dan Febrian. Sebenernya sih aku juga rusuh, tapi gak seberapa pas waktu itu. Wkwkwk.
          Pertama kita ke Tenggarong dulu, untuk ke Planetarium di dalam situ ada pelajaran tentang planet gitu. Jadi kita lebih dekat dengan benda-benda langit. Sampe sana sudah jam 12 siang. Setelah melihat benda-benda langit yang ada di Planetarium, kita makan. Karena gak ada warung / tempat untuk makan, jadi kita makan di parkiran Planetarium. Anehkan? Haha. Tapi gak peduli dengan tempat, yang penting kebersamaan dan perutpun kenyang. Setelah dari Tenggarong, kita ke Samarinda, tapi kita harus melewati Sungai atau apalah(gak tau namanya) memakai perahu yang cukup besar tapi bukan feri. Perahu itu memang di khususkan untuk transportasi Tenggarong-Samarinda. Karena di perahu itu pemandangannya cukup nyaman. Kita foto-foto lagi. Setelah melewati sungai, kita langsung pergi ke Kebun Raya Samarinda. Banyak hal yang kita lakukan disana seperti main perahu angsa,  bola besar diatas air, foto-foto, melihat satwa unik disana, dan sebagainya.
Setelah dari Kebun Raya Samarinda, kita berangkat ke Mall Lembuswana, untuk sekedar cuci mata aja. Yang Aku,Cut,dan Elvira beli cukup Moccafloat doang di KFC Mall tersebut. Pa’ Natsir membelikan anaknya mainan, yang lainnya cuci mata doang.
Setelah dari Mall, langsung OTW(On The Way) ke Balikpapan. Karena sudah cukup kelelahan, Rizali, Febrian, Ekky tertidur sebentar. Yang lain hanya diam sambil mendengar lagu-lagu galau yang diputar Pa’ Natsir(Guru gaul begini sudah). Sekitar jam 8, Pa’ Natsir ngomong sendiri entah ke siapa dia ngomongnya “Biasa jam segini, Bapak makan loh di rumah.” Kata Pa’ Natsir. “Sama eh pak, biasanya kalau begitu, kita stop di jalan untuk makan apa kek di warung gitu pak” jawabku sambil bercanda. “Oyakah? Kita nanti stop di Tahu Sumedang aja yok” balas Pa’ Natsir. Manusia-manusia yang tadinya tertidur langsung bangun dan berkata dengan kompak “Wah, memang baik Pa’ Natsir ini. Bapak mengerti kita banget pak”. “Denger makanan aja langsung bangun kalian, otak-otak lu pada? Ckckck” kataku sambil tertawa. “Alah lu mau juga”kata Febrian. “Iya juga sih” balasku sambil nyengir. Dengan sisa uang kas yang dikumpulkan VIII D selama setahun, kita santai dulu di Tahu Sumedang. Dengan udara malam yang sangat dingin, kita menikmati Tahu dan Teh Hangat. Pas banget tuh. Setelah kenyang kita pulang ke rumah masing-masing dengan wajah yang memelas tapi hati yang senang.
          Benar kata pepatah, dimana ada Pertemuan pasti ada Perpisahan. Setelah acara perpisahan itu pada saat pembagian rapot, murid-murid VIII D dan kelas lain naik ke kelas IX semua. Dan sekarang kelas VIII D terpisah ke kelas-kelas lain. Mengingat VIII D rasanya langsung terputar kembali memori kebersamaan pada saat di VIII D.

Selesai….

         
          

0 komentar:

Posting Komentar

videokeman mp3
Jason Mraz (ft.Colbie Caillat) - Lucky
 

It's My World Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea